Selasa, 05 Mei 2015


 KONSTRUKSI MESIN

Konstruksi mesin mobil secara garis besar dibagi dalam dua bagian utama, yaitu :

  1. Komponen yang tidak dapat bergerak. Seperti :
a.       Kepala silinder (Cylinder head)
b.       Blok silinder (Cylinder block)
c.        Bak oli (Carter)

  1. Komponen yang dapat bergerak, seperti :
a.       Torak /seher (Piston) dan kelengkapanya
b.       Poros engkol (crank shaft)
c.        Poros bubungan (cam shaft)
d.       Mekanisme katup (valve mecanisme)
e.       Gigi timing (Timing gear)
f.         Roda penerus (Fly wheel

KONSTRUKSI MESIN
 
                 


A.  Konstruksi Kepala silinder



 Nama-nama komponen :

1.       Cylinder head cover
2.       Gasket
3.       Camshaft sprocket
4.       Camshaft
5.       Seal
6.       Cylinder head
7.       Spark plug
8.       Collets
9.       Retainer

10.    Valve spring
11.    Spring seat
12.    Valve seal
13.    Exhaust valve
14.    Intake valve
15.    Coolant outlet
16.    Camshaft bearing
17.    Rocker assembly

 Nama-nama komponen :
 














1.       Intake valve
2.       Valve spring retainer lock
3.       Oil seal
4.       Spark plug
5.       Adjusting shim
6.       Valve lifter
7.       Valve spring
8.       Valve guide
9.       Intake manifold
10.    Exhaust manifold
11.    Combustion chamber
12.    Gasket
13.    Water jacket
14.    Exhaust valve

 Nama-nama  komponen 
1.     Rocker arm
2.     Valve spring
3.     Valve
4.     Push rod
5.     Valve lifter
6.     Camshaft

   


 B.  Konstruksi Blok Mesin

 
Nama-nama komponen

1.       Ring piston
2.       Piston & piston pin
3.       Engine block
4.       Camshaft
5.       Camshaft gear / camshaft sprocket
6.       Timing chain
7.       Camshaft bushing
8.       Crankshaft
9.       Crankshaft gear
10.    Main bearing
11.    Connecting rod bearing
12.    1st Main bearing cap

 C.  Piston dan kelengkapanya 
13.    Connecting rod cap
14.    Nut


15.    Main bearing cap
16.    5th main bearing cap
17.    Thrust washer / thrust bearing
18.    Pilot bearing
19.    Cooling driened plug
20.    Cooling driened plug
21.    Main bearing
22.    Bolt
23.    Connecting rod
24.    Lock pin




Nama-nama komponen

1.       Piston ring
2.       Piston
3.       Small end
4.       Piston pin
5.       Connecting rod
6.       Connecting rod bearing
7.       Connecting rod journal
8.       Connecting rod cap





D. Poros Engkol (crankshaft)
 
 Fungsi Komponen-komponen Mesin
1.       Blok Silinder (Cylinder Block)
Fungsi  :  Sebagai tempat  untuk menghasilkan energi panas dari proses pembakaran
2.       Torak (Piston)
Fungsi  :       memindahkan tenaga yang diperoleh dari pembakaran ke poros engkol (crank shaft) melalui batang piston (connecting rod)
               3.       Cincin Torak (Ring Piston)
Fungsi  :     - Mencegah kebocoran gas saat langkah kompressi dan usaha
- Mencegah oli masuk keruang bakar
- Memindahkan panas dari piston ke dinding silinder
4.       Batang Torak (Connecting Rod)
Fungsi  :    Menerima tenaga dari piston yang diperoleh dari pembakaran dan meneruskannya ke poros engkol (crank shaft)
5.       Poros Engkol (Crankshaft)
Fungsi :   Merubah gerak turun naik piston menjadi gerak putar yang akhirnya menggerakkan roda-roda
6.       Bantalan (Bearing)
Fungsi : Mencegah keausan dan mengurangi gesekan pada poros engkol (crank shaft)
              7.       Roda Penerus (Flywheel)
            Fungsi  : Menyimpan tenaga putar (inertia) yang dihasilkan pada langkah usaha, agar poros engkol (crank shaft) tetap berputar terus pada langkah lain nya
              8.       Katup (Valve)
              Fungsi  :   Membuka dan menutup saluran masuk dan saluran buang
              9.       Pegas Katup  (Valve Spring)
                 Fungsi  :   Mengembalikan katup pada kedudukan/posisi semula
            10.     Tuas Katup (Rocker arm)
              Fungsi :   Menekan katup-katup sehingga dapat membuka
            11.     Batang penumbuk (Push rod)
             Fungsi  :   Meneruskan gerak lifter ke rocker arm
            12.     Penumbuk katup (Valve Lifter)
             Fungsi  :   Memindahkan gerak cam shaft ke rocker arm melalui push rod
            13.    Poros Bubungan (Camshaft)
            Fungsi  :   Membuka dan menutup katup sesuai timming yang ditentukan
            14.    Karter (Oil Pan)
            Fungsi  :   Menampung oli untuk pelumasan
            15.    Piston Pin
            Fungsi  : Menghubungkan piston dengan connecting rod melalui lubang bushing
            16.    Bantalan Luncur Aksial (Thrust Washer)
            Fungsi  : Menahan poros engkol (crank shaft) agar tidak bergerak maju-mundur
            17.    Timing Chain / Timing Belt
            Fungsi  :  Menghubungkan gerakan putar poros engkol (crank shaft) ke poros cam shaft
            18.    Kepala Silinder (Cylinder Head)
            Fungsi  : Menempatkan mekanisme katup, ruang bakar dan juga sebagai tutup silinder
            19.    Dudukan Katup (Valve Seat).
            Fungsi  :   Merapatkan (mencegah kebocoran) pada saat katup menutup

ISTILAH-ISTILAH OTOMOTIF


1.   Compression Ratio                      :                                Jumlah volume ruang bakar dan volume silinder dibagi dengan volume ruang bakar
2.   Top Dead Center (TDC) / TMA   :                              Posisi paling atas piston ketika bergerak naik             
3.   Combustion Chamber                 :                                Ruang bakar
4.   Bore                                                                       :         Diameter silinder
5.   Displacement                               :                                 Volume total silinder
6.   Bottom Dead Center (BDC)      :                                 Posisi paling bawah piston ketika bergerak turun
7.   In Line engine                           :                                    Silinder disusun dalam satu garis

8.   V type Engine                                  :                             Silinder disusun dalam dua garis yang membentuk sudut “V”

9.   Boxer type engine                           :              Silinder disusun dalam dua garis mendatar yang berlawanan arah
10.  OHV   :    Over head Valve

11.  OHC   :    Over head Cam shaft

                12. SOHC   :    Single over head Cam shaft
                13.  DOHC   :    Doble over head Cam shaft
                14.  Vanos    :    Variabel Nokkenwelle steurung
                15.  Four Valve Technologi   :     Mekanisme katup menggunakan multi valve (4 valve)
          16.  Four Wheel Drive (4WD)       :           Kendaraan yang ke empat rodanya dapat digunakan sebagai tenaga penggerak



  1. API  (American Petroleum- Institute)              : Standard yang menentukan kwalitas oli                                                                       
  2. SAE (Society of Automotive-- Engineers)      :  Angka indek yang menunjukan keken talan oli
  3. CBU       : Completely Built Up
  4. CKD       : Completely Knock Down 
  5. CO          : Carbon Monoksida
  6. l               : Lambda
  7. HC          : Hidro Carbon
  8. DOT       : Departement of transportation
  9. Four Wheel Steering (4WS)                : sistem kemudi yang ke-4 rodanya dapat berbelok.
  10. Angka Octane      : Angka yang menunjukan kemampuan bertahan bahan bakar bensin terhadap Knocking
  11. Knocking               : Waktu pembakaran tertunda yang panjang,  dan tekanan kompresi tinggi sekali yang mengakibatkan putaran mesin kasar
  12. Angka Cetane      :   Angka yang mengontrol bahan bakar solar dalam kemampuan pencegah terjadinya knocking
  13. RHD       : Right Hand Drive, kemudi terletak di sebelah kanan.
  14. RON       : Research Octane Number, cara untuk mengetahui angka oktan.

Demikianlah secara garis besar komponen-komponen mesin mobil, semoga dapat bermanfaat.

Kamis, 23 April 2015

Sepak Takraw Olahraga Asli Indonesia

Mengingat permainan sepak takraw aku menjadi salut dengan pemain pemainnya, karena bagiku tak semua orang bisa memainkannya meskipun hanya menendang sebuah bola, akan tetapi ada teknik teknik yang harus kita tahu, seperti teknik kopen bola, smash maupun mengumpan bola.

A. Sejarah Sepak Takraw
Sepaktakraw adalah permainan sepak raga yang telah dimodivikasi untuk dijadikan sebuah permianan yang kompetitif. Sepak raga sebagai dasar permainan sepaktakraw adalah olahraga permainan tradisional Indonesia dimainkan oleh 6 – 7 orang secara melingkar. Pada periode 1945 – 1986 ada kecendrungan pada periode ini sepak raga lebih digairahkan beberapa propinsi di SULSEL dan beberapa daerah di Sumatra tetap terpelihara. Pada tahun 1970 datang rombongan pemain sepakrakraw dari Malaysia dan beberapa bulan kemudian datang dari Singapura memperkenalkan sepak raga jaring.

Pemerintah dalam hal ini Ditjen Olahraga yang dipimpin oleh Mayjen Supardi, mengembangkan sepaktakraw dengan cikal bakal sepak raga. Pada tanggal 16 Maret 1970 didirikan organisasi Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia (PERSERASI) dengan Ketua Umum Drs. Moh. Yunus Akbar, dan pada tangal 6-8 Oktober diadakan kongres I semacam munas yang dihadiri 24 PEMDA. Pada periode tahun 1987 salah satu putusan Kongres I 1986 ialah pemilihan pengurus besar yang baru yaitu Ir. H. Marjoeni. Dengan hasil keputusan antara lain adalah dirubahnya sebutan “Sepak raga” menjadi “Sepaktakraw”.
Sejak berkembangnya media cetak dan elektronika, kegiatan olahraga sepaktakraw menjadi suatu perhatian yang serius. Kaum tua mulai mengenang kembali pola sepak raga yang pernah ditekuninya. Di beberapa kabupaten di Propinsi NTB mulai mencoba bermain sekalipun dengan peralatan yang sangat sederhana Memperhatikan kenyataan tersebut, Koni Propinsi NTB mengambil inisiatif dengan menyelenggarakan Penataran Pelatihan pada tanggal 22 April 1983 sampai tangal 2  Mei 1983 dengan peserta 20 orang dari jajaran Kanwil Depdikbud propinsi NTB, yaitu para guru olahraga dan tenaga keolahragaan fungsional.

Penanggung jawab kurikulum penataran tersebut adalah Drs. A Hamidsyah Nur dari Universitas 11 Maret Surakarta, dan sebagai penanggung jawab tekhnis persepak-takrawan baik teori maupun praktiknya adalah Drs. Alwi Cae dari Ujung Pandang (pelatih nasional team sepaktakraw Indonesia). Penutupan penatara tersebut bertepatan dengan Hardiknas 1983, maka pada upacara tersebut secara simbolis ke 20 tenaga hasil penataran tersebut diserahkan kepada Kepala Kanwil Depdikcut Propinsi NTB guna dibina dan dikembangkan lebih lanjut.

Hasil penataran tersebut merupakan embrio penggerak untuk pembibitan. Selanjutnya dilaksanakan penataran pelatih untuk pulau Lombok bertempat di SKB Selong dan untuk pulau Sumbawa bertempat di SKB Alas dengan jumlah peserta masing-masing 23 orang. Dengan adanya pelatih tersebut ke 7 SKB di NTB dalam kegiatan rutinnya antara lain mencantumkan latihan pembina sepaktakraw guna diterapkan dalam program desa binaan. Memperhatikan jumlah club baik club putra maupun club wanita serta persaingan yang ketat maka persepaktakrawan NTB mempunyai masa depan yang cukup cerah. Telbih lagi dengan adanya kelas olahraga di SMP di setiap Kabupaten se NTB, dengan sendirinya kurikulum olahraga sepaktakraw segera diterapkan.

B. Pengertian Sepak Takraw

Sepaktakraw berasal dari dua kata yaitu sepak dan takraw. “Sepak” berarti gerakan menyepak sesuatu dengan kaki, dengan cara mengayunkan kaki di depan atau ke sisi (Depdikbud, 1995). Sedangkan “Takraw” berarti bola atau barang bulat yang terbuat dari anyaman rotan (Depdikbud, 1992). Jadi sepaktakraw adalah sepak raga yang telah dimodifikasikan untuk menjadikannya sebagai suatu permainan yang kompetitif. Sedangkan menurut ahli lain mengatakan sepaktakraw adalah menyepak bola dengan samping kaki, sisi kaki bagian dalam atau bagian luar kaki yang terdiri dari tiga orang pemain (Sanafiah, 1992).

C. Peraturan Sepak Takraw

1.    Lapangan
  • Lapangan Sepaktakraw seukuran dengan lapangan Badminton yaitu : 13,40 m x 6,10 m
  • Sepaktakraw dapat dimainkan dalam gedung atau diluar gedung (apabila dimainkan didalam gedung maka tinggi loteng minimal 8 m dari lantai).
  • Keempat isi lapangan ditandai dengan cet atau lakban yang lebarnya 4 cm, diukur dari pinggir sebelah luar.
  • Areal bebas minimal 3 m dari garis luar lapangan bebas dari rintangan
  • Centre cirle yaitu garis tengah dengan lebar 2 cm.
  • Quarter circle yaitu garis seperempat lingkaran  dipojok garis tengah radius 90 cm diikur dari garis sebelah dalam.
  • The service circle adalah lingkaran service dengan radius 30 cm berada ditengah lapangan, jarak dari garis belakang 2,45 m dan jarak dari titik tengah garis lingkaran  kegaris tengah (Centre Line) 4,25m, jarak titik tengah lingkaran adalah 3,05m dari kiri dan kanan garis pinggir lapangan.

2.    Ukuran Tiang Net
  • Putra: Tinggi net 1,55m dipinggir dan minimal 1,52 di bagian tengah.
  • Putri: Tinggi net 1,45m dipinggir dan minimal 1,42 di bagian tengah.
  • Kedudukan tiang 30cm diluar garis pinggir

3.    Jaring atau Net
  • Net terbuat dari tali atau benang kuat atau nilon, dimana tiap lubangnya lebar 6 – 8 cm.
  • Lebar net 70 cm dengan panjang 6,10 m.

4.    Bola Takraw

       Terbuat dari plastik dimana awalnya adalah terbuat dari rotan, dengan ukuran :
  • Lingkaran 42-44 cm untuk putra dan 43-45 cm untuk putri.
  • Berat adalah 170-180 gr untuk putra dan 150-160 untuk putri.

5.    Pemain-pemain
  • Permainan ini dimainkan oleh 2 (dua) “Regu” masing-masing regu terdiri dari 3 (tiga) orang pemain dan disetiap regu dilengkapi oleh 1 (satu) orang pemain cadangan.
  • 1 (satu) dari tiga pemain diposisi belakang disebut back atau “Tekong” sebagai penyepak mula untuk memulai permainan.
  • Dua orang berada didepan yang berada pada sebelah kiri tekong  disebut “Apit kiri” dan yang berada pada sebelah kanan tekong  disebut “Apit kanan”.

6.    Kesalahan-kesalahan

a.    Kesalahan Pihak Penyepak Bola
  • Apabila sebagai pelambung masih memainkan bola, melemparkan bola pada teman sendiri, memantulkan, melempar dan menangkap lagi setelah wasit menyebut posisi angka.
  • Apabila mengangkat kaki, menginjak garis, menyentuh atau melewati garis bawah net ketika melakukan lambung bola.
  • Tekong melompat saat melakukan service, kaki tumpuan tidak berada dalam lingkaran atau menginjank garis lingkaran servis.
  • Tekong tidak menyepak bola yang dilambungkan kepadanya.
  • Bola menyetuh salah seorang pemain sendiri sebelum bola melewati net.
  • Bola jatuh diluar lapangan.
  • Bola tidak melewati net.

b.    Kesalahan Pihak Penerima Service

Berusaha mengalihkan perhatian lawan seperti : (isyarat tangan, menggertak, bersuara keras  atau membuat keributan).
 
c.    Kesalahan kedua Pihak
  • Ada pemain yang mengambil bola dilapangan lawan.
  • Menginjak dan melewati satu telapak kaki garis tengah.
  • Ada pemain yang melewati lapangan lawan, walaupun diatas atau dibawah net kecuali pada saat ”The Follow Trugh Ball”
  • Memainkan bola lebih dari tiga kali.
  • Bola mengenai tangan.
  • Menahan atau menjepit bola antara lengan dan badan atau antara dua kaki dengan bola.
  • Bola mengenai loteng atau pembetas lainnya.

7.    Sistem perhitungan angka
  • Apabila penerima servis melakukan ksesalahan otomatis akan memperoleh angka sekaligus melakukan sepak mula lagi bagi penyepak mula.
  • Angka kemenangan setiap set maksimum 21 angka, kecuali pada saat posisi angka 20-20, pemenang akan ditentukan pada saat selisih dua angka sampai batas akhir 25 poin, ketika 20-20 wasit utama menyerukan batas angka 25 poin.
  • Memberikan kesempatan istirahat 2 menit masing-masing pada akhir  set pertama atau kedua termasuk Tie Break.
  • Apabila masing-masing regu memnangkan satu set, maka pemain akan dilanjutkan dengan set “Tie Break” dengan 15 poin kecuali pada posis 14-14, pemenang akan ditentukan pada selisih dua angka sampai batas akhirnya angka 17.
  • Sistem perhitungan angka menggunakan Relly Poin
  • Pergantian pemain
1.   Setiap “Regu” hanya dapat melakukan 1 (satu) kali pergantian pemain dalam satu pertandingan.
2.    Pergantian pemain diperbolehkan setiap saat ketika bola mati melalui tim menejer atau pelatih  yang disetujui oleh official atau petugas pertandingan.
3.    Setiap regu dapat menominasikan maximum dua orang cadangan tetapi hanya bolah melakukan   pergantian pemain kali.
4.    Pemain yang mendapat kartu merah dapat diganti dengan ketentuan belum ada pergantian pemain  sebelumnya.

8.    Posisi pemain pada saat service
  • Sebelum permainan dimulai, kedua regu harus berada dilapangan masing-masing dalam posisi siap bermain.
  • Dalam melakukan sepak mula, salah satu kaki tekong berada dalam garis lingkaran service.
  • Kedua apit kita melakukan servis harus berada pada seperempat lingkaran.
  • Lawan atau regu penerima servis bebas bergerak didalam lapangan sendiri.

9.    Official (petugas pertandingan)

Sutu pertandingan harus dipimpin technikal sebagai berikut :
  • 2 orang Technical Delegotate
  • 6 orang juri (dewan hakim)
  • 1 orang Official Refree
  • 2 orang wasit (wasit utama dan wasit dua)
  • 6 orang penjaga garis samping dan belakang

10.    Pinalty (hukuman)

Pemain yang menggar peraturan ini akan dikenakan sangsi atau hukuman pernyataan dari wasit apabila:
  • Memperlihatkan sikap tidak sopan kepada pemain atau penonton juga pada wasit atas keputusan yang diambil.
  • Menghubungi wasit yang bertugas dengan keras mengenai suatu keputusan yang diambil.
  • Meninggakan lapangan permainan tanpa permisi kepada wasit yang memimpin pertandingan.
  • Memberikan bola kepada pihak lawan dengan menggunakan kaki atau melemparkannya dengan keras.
  • Berkelakuan tidak sopan selama permainan.

11.   Apabila hal tersebut dilanggar oleh seseorang pemain maka wasit menggunakan kartu sebagai berikut:
    
 1.1.  Kartu Kuning
 Sebagai tanda peringatan seorang pemain yang melakukan pelanggaran terhadap tata tertib seperti  yang diatas.

1.2.    Kartu Merah
  • Apabila pemain telah menerima kartu kuning pada pertandingan yang sama.
  • Sikap kasar dan tidak sopan seperti memukul, menendang, meludah dan lain-lain.
  • Menggunakan kata-kata kotor atau mencaci maki.

D.    Rangka Dan Tungkai

1.    Rangka

Rangka adalah seluruh tulang-tulang pada manusia yang terbentuk oleh ± 200 b uah tulang yang membentuk tubuh yang disebut  rangka. Jadi rangka merupakan alat gerak pasif pada manusia. Kegunaan rangka pada manusi :
  • Memberikan bentuk pada tubuh
  • Melindungi alat-alat tubuh yang lunak atau vital seperti paru-paru, otak, alat percernaan dan lain-lain.
  • Tempat melekatnya otot-otot dan urat.
  • Untuk mengokohkan tubuh.

2.    Tungkai

Tungkai merupakan tulang-tulang anggota gerak bawah, tulang tungkai terdiri dari beberapa tulang kering yaitu : tulang betis, tulang tempurung lutut, empat belas tulang pergelangan kaki (masing-masing 7 bauah), sepuluh tulang telapak kaki dan dua puluh delapan ruas jari kaki (masing-masing jari 3 ruas kecuali ibu jari kaki 2 ruas).

E.    Ketetapan Sasaran Servis

Ketetapan sasaran berarti benar atau tepat pada yang diuji atau sasaran dan servis adalah suatu teknik penyajian bola pertama untuk mengawali suatu permainan sesudah wasit menyatakan pertandingan sudah dimulai, jadi yang dimaksud dengan ketetapan sasaran servis  adalah sasaran servis yang dilakukan secara akurat atau benar terhadap sasaran yang telah dibuat. 

F. Gambar Lapangan Sepak Takraw


                                                                 Gambar Lapangan takraw 

Keterangan :

A.    : Lingkaran untuk melakukan sepak mula (servis) oleh tekong
B.    : Lingkaran untuk apit kanan
C.    : Lingkaran untuk apit kiri
D.    : Kolom nilai ketepatan sasaran servis
 
sumber: http://duniabembi.blogspot.com/2013/05/sepak-takraw-olahraga-ali-indonesia.html

Berita hariini

Biker Tewas Tabrak Metromini di Kebayoran Baru

Biker Tewas Tabrak Metromini di Kebayoran Baru
ilustrasi kecelakaan (Foto: Shutterstock)
JAKARTA - Seorang pria tewas mengenaskan setelah sepeda motor yang dikendarainya dengan kecepatan tinggi menabrak Metromini yang berhenti mendadak. Peristiwa terjadi di Jalan Iskandar Muda, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2015).
Petugas Satlantas Polda Metro Jaya, Brigadir Ponijan mengungkapkan, sebelum menabrak Metromini tersebut, korban memacu sepeda motornya dengan kecepatan tinggi dari arah Pondok Indah mengarah ke Permata Hijau.
"Keterangan awal dari sopir dan saksi di kejadian, pengendara membawa motor dengan kecepatan tinggi," kata dia, Kamis (23/4/2015).
Pengendara motor Suzuki Satria bernomor polisi B 6451 WDD itu diketahui bernama Dias Mauludi (19) merupakan Jalan Pangkalan Jati, Cinere, Jakarta Selatan.
Adapun ciri korban di antaranya memakai behel berwarna hitam dengan mengenakan jaket merek Adidas biru dan syal batik warna putih hitam kombinasi kuning.
Ponijan menambahkan, saat itu korban kaget ada bus berhenti di depannya dan akhirnya dia masuk ke kolong Metromini jurusan Bintaro-Pondok Indah dengan nomor polisi B 7169 IS.
Sementara itu, sopir Metromini, Yasin Bejo (40) mengatakan, dirinya telah mendengar ada suara kendaraan terjatuh dan melihat posisi korban sudah berada di bawah mobilnya.
"Saya langsung turun dari bus, warga memindahkan korban dari aspal ke trotoar," tambah Bejo.
Saat ini korban telah dievakuasi ke RS Fatmawati untuk dilakukan visum dan penyelidikan lebih lanjut.


sumber: http://news.okezone.com/read/2015/04/23/338/1139075/biker-tewas-tabrak-metromini-di-kebayoran-baru

wayang indonesia

Wayang Itu Komik

ARJUNA WIWAHA 1
SEBENARNYA periode komik wayang tak pernah dikenang karena penerbit komik waktu itu menamainya ”komik klasik”. Periode ini ditandai setelah era jenis Sri Asih (tentu bersama Nina, Garuda Putih, Kapten Kilat), superhero yang dianggap kurang nasionalis, mengumbar khayal, dan tuduhan paling aneh: membuat anak-anak malas membaca. Dr Marcel Boneff, pakar komik Indonesia yang selalu jadi rujukan, menggambarkannya sebagai du fruit defendu, buah terlarang. Lebih buruk dari buah simalakama—masih bisa dimakan.
Mahabrata/Bharatayudha- karya RA Kosasih
Para penerbit, terutama Melodie dan Cosmos, keduanya di Bandung, sama-sama di Jalan ABC, menghentikan manusia sekaligus dewa itu. Tokoh pahlawan beralih ke cerita rakyat, Ganesha Bangun, Loetoeng Kasaroeng, oleh komikus yang sama, R.A. Kosasih, yang kemudian menserialkan Ramayana dan Mahabharata. Juga nama sejajar sebelumnya, John Lo, serta yang melegenda, S. Ardisoma, Oerip. Pada S. Ardisoma, sapuan kuas menimbulkan suasana puitis untuk adegan keraton, adegan pohon beringin, adegan long shot, bahkan perang sekalipun. Bedanya lagi, R.A. Kosasih setia dengan ”kisah India”, sehingga tokoh punakawan tidak muncul.
Sejak 1958 itu, periode yang kita namai komik wayang memberikan warna di antara jenis-jenis yang lain, walau sebenarnya penerbit Keng Po sudah menerbitkan Lahirnya Gatutkaca pada 1954. Sedemikian populernya jenis wayang, sehingga Bahsjar S.J., pelukis dan ilustrator di Medan—komik medan – Bharata Yudha, lukisan Bahzar SJ – pengarang :DJ Bulkanny
kota lain yang memelopori komik Indonesia—juga membuat komik wayang. Komik dari komikus Medan sedikit berbeda dengan perkembangan di Jawa karena biasanya lebih dulu dimuat di harian setempat. Tak mengherankan jika komikus jawara seperti Taguan Hardjo dalam suatu saat mengisi tiga atau empat media setiap harinya.
Komik wayang, juga komik berdasarkan cerita daerah atau legenda, dinilai lebih aman, lebih mendidik, dan yang jelas lebih mengakar. Sehingga tak dikritik, juga tak kena ”bredel”, periode yang terulang keras pada 1966. Karya-karya R.A. Kosasih merajai dalam jumlah dan jilid yang dikeluarkan. Sambung-menyambung menjunjung kisah pewayangan yang tak banyak dikenal masyarakat non-Jawa.
68398_10151137660758736_1264061832_a
Menurut saya (yang tak usah diturut), ini yang menyebabkan popularitas Mahabharata panjang usia. Generasi nonpribumi—kalau istilah ini boleh dipakai—atau mereka yang hidup di kota besar pada saat itu baru ”melek wayang”. Jumlahnya cukup banyak, satu jilid bisa mencapai 30 ribu eksemplar. Dan bahan baku ceritanya juga bisa diperpanjang. Sebab, setelah kisah Astina, masih berlanjut ke Prabu Parikesit, kemudian ke Prabu Udrayana. Untuk judul terakhir ini, R.A. Kosasih, 30 tahun lalu ketika saya bertemu, membuatnya di atas kertas minyak sebagai pengganti klise, dan dengan demikian ukuran komik nanti setelah terbit berbanding satu-satu. Artinya, garis dan goresannya terlihat sangat tebal.
Namun sebenarnya bukan hanya itu. Kota-kota lain, seperti Solo, Semarang, Bogor, bahkan Tasikmalaya, juga melahirkan penerbit dan komikus. Yang menarik sekali adalah tidak adanya keseragaman dalam komik wayang. Gaya masing-masing komikus bisa terbedakan. Bahkan juga konsepnya. Ada beberapa komik wayang yang benar-benar memindahkan wayang kulit, dengan segala keruwetan ornamennya.
9276_10151137658883736_391525344_a
komik semarang : Dagelan Petruk Gareng – Indri Soedono
Ada yang mengambil babon—induk cerita—dari yang selama ini dikenali, ada yang membuat varian dari itu atau bahkan banjaran, yang bersifat biografis dari satu tokoh, ada yang menitikberatkan humor punakawan.
Sesungguhnya inilah keunggulan kreatif bentuk komik, tidak ada matinya. Dinamika kreatif membuktikan bahkan sejak awalnya, tanpa patron, tanpa fasilitas tertentu, bisa lahir berkembang membanjiri pasar atau kamar. Ketika jenis Sri Asih tersisih, jenis wayang melenggang. Ketika wayang menghilang, ganti rupa kisah cinta. Yang mengalami pembredelan dan pengawasan yang sama berubah menjadi komik agama, atau bahkan ”komik Pancasila”, dan/atau kisah perjuangan. Dan masyarakat tetap menerima, menunggu, melalui taman bacaan atau yang dikenal dengan ”persewaan buku”. Mata rantai itu telah tercerai-berai, bahkan dari sumber awalnya, dari komikus.
486371_10151137656028736_956342991_a
komik “wayang” india, terjemahan – terbitan gramedia
Komik luar negeri lebih murah harga satuannya, lebih berlimpah jumlah judulnya, lebih terarah penyebaran dan promosinya.
Namun komik Indonesia sendiri tak pernah kehilangan gairah, walau galau dan lesu darah. Masih selalu ada komik wayang yang diterbitkan dengan desain yang berbeda, dengan berwarna, dengan ”cahaya” dan ”sudut pengambilan” layaknya sebuah film, atau adegan pertarungan ala game.
Komik dan wayang agaknya memang satu. Merupakan bayang-bayang yang diekspresikan kembali dari keberadaan kita. Selama kita masih ada, selama itu pula masih ada bayangan. Dan itu adalah wayang atau komik, atau dua-duanya.
oleh: Arswendo Atmowiloto
Dipublikasikan pertama kali di Majalah Tempo, edisi 24-31 Agustus 2009
http://www.facebook.com/notes/wayang-nusantara-indonesian-shadow-puppets/wayang-itu-komik-arswendo-atmowiloto/10151503097651110

Gatotkaca – versi jawa kuna dari ADIPARVA

GATOT_KACA_by_willustration
Sang Bhima dibawa terbang ke gunung Srngga. Maka lalu berhias diri, segala sesuatunya menyebabkan rupanya merindukan;
segala macam pakaian yang utama dikenakannya.
Karena itu Sang Bhima merasa senang, lalu berjalan-jalan di tempat yang sangat ramainya, tempat itu didatangi berdua.
Masuk taman dalam hutan itu, sampai di asrama, di gunung, habis didatanginya.
Mereka merasa senang. Akhirnya ia bercumbuan dengan sang Hidimbi,
dan berputera seorang (berbadan) raksasa,
tiksnadamstra taringnya tajam,
sutamranetra matanya merah,
mahawaktra mulutnya lebar,
sangkukarna telinganya seperti lipung (tombak),
mahatanuh badannya besar,
mahajothawa perutnya (pun) besar,
mahabalah sangat saktinya dan kuat pula.
Balo ‘pi yauwanam praptah karena anak lahir di hutan (menyebabkan) tiada takut akan segala macam bahaya.
Agrastah tiada kurang sedikitpun kebagusan perangainya,
manojawah jalannya sangat kencang, sama dengan jalan pikiran, kesaktiannya bagai kesaktian raksasa.
Maka anak itu menyembah ke pada ibu dan bapanya.
Ghatopamah kacokesi lagi pula kelihatan rambutnya lebat tidak teratur, sanggulnya seperti ghata (periuk)
Tasmad Ghatotkaca maka diberinya nama Ghatotkaca.
Sangat moleknya, diramalkan Batara Indra, kelak akan mendapatkan lipung Sang Karna.
Demikianlah anak Sang Bhima itu.
Sesudah sang Hidimbi berputera itu lalu kembali ke tempat Dewi Kunti diiringkan oleh Sang Bhima dan sang Ghatotkaca.
Bertemulah empat orang Pandawa dalam pesta, tiada kurang sedikitpun berkat kebesaran jiwa sang Hidimbi.
kemudian datanglah Ghatotkaca minta supaya diberi petunjuk barang sesuatu yang baik dikerjkan dalam keadaan bahaya yang mungkin terjadi.
Sesudah menyembah dan minta diri ke pada Dewi Kunti dan lima orang Pandawa, iapun pergi bersama dengan ibunya.
Sang Pandawa ditinggalkannya.
Bahasa Jawa Kuna dan Indonesia oleh P.J. Zoetmulder, penerbit Paramita – Surabaya 2006 (bab XV- hal 232)
http://www.facebook.com/notes/wayang-nusantara-indonesian-shadow-puppets/gatotkaca-versi-jawa-kuna/10151514641601110

pupuh II, asmarandana , 39 bait : Serat Bathara Rama (Cirebon)

12468755-ramayana-paintings-on-the-wall-wat-nangphaya-phit-sa-nu-lok-thailand
Kisah yang sangat berbeda dari “Ramayana” , tentang Anoman/Hanuman …….
dari Serat Bathara Rama Cirebon – koleksi perpustakaan Sanabudaya dengan nomor kodeks perpustakaan Serat Carik Panti Budaya (P.B.) A.287
-Tinjauan Serat Bathara Rama (Cirebon) – oleh Sumarsih
Derpartemen Pendidikan dan Kebudayaan , Direktorat Jendral Kebudayaan
Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara (Javanologi) 1985
Pupuh II. Asmarandana 39 bait
Laksmana lalu minta diri. Setalah sampai dihadapan Sri rama, Laksmana lalu menyampaikan semaua kata-kataresi Mahardidewa dan Candradewa.
Sri Rama mendengar kata-kata kedua resi itu sangat gembira lalu mencari hutan Trengganasari.
Sesampainya di hutan Trenggana sari Sri Rama merasa haus, karena di sekitar hutan Trenggana sari tidak ada air, maka disuruhnya Laksmana mencari air.
Sepeninggal Laksmana, Sita Dewi sepert mendengar suara orang mengeluh kesakitan. Sita Dewi menyangka itu suara Laksmana, maka ia mengajak Sri Rama mencari Laksmana.
Diceritakan Laksmana bertemu dengan raksasa bernama Raktani. Raktani lalu dibunuhnya dengan panah dan bangkainya berubah menjadi seekor burung Jambawati. Burung Jambawati menyerang Laksmana sambil menyambar-nyambar, lalu dipanah Laksmana hingga mati. Setelah Jambawati mati, Laksmana meneruskan perjalanan untuk mencari air.
Sampailah Laksmana di tempat telaga Tan Mala dan telaga Sumala. Laksmana ingat pesan resi Mahadiwa dan Candrasewa, dihampirinya telaga yang keruh airnya. Laksmana mengambil tiga ruas pohon bambu untuk membawa air . Setelah didapatkan lalu kembali menghadap Sri Rama.
Diceritakan Sri Rama dan Sita Dewi sangat kehausan, lalu mencaei telaga yang bening airnya, sampailah Sri Rama dan Sita Dewi di telaga Sumala. Karena hausnya, tanpa pikir lagi Sri Rama lalu terjun ke dalam telaga Sumala diikuti oleh Sita Dewi.
Pada saat itu Laksmana belum jauh meninggalkan telaga Tan Mala. Waktu mendengar suara benda terjun ke air. Laksmana lalu mendekati telaga Sumala.
Laksmana sangat terkejut bahwa yang terjun ke telaga Sumala itu tak lain Sri Rama dan Sita Dewi. Laksmana hendak melarangnya, tetapi Sri Rama dan Sita Dewi telah terlanjur terjun ke air.
Hanuman-Recites-The-Ramayana (1)
Telah menjadi kehendak dewa, seketika wujud Sri Rama dan Sita Dewi berubah menjadi kera, dan kelakuannya tak ubahnya seperti binatang. Sri Rama dan Sita Dewi melakukan hubungan kelamin tanpa rasa malu dilihat oleh Laksmana.
Melihat kejadian itu Laksmana segera melepas ikat pinggangnya untuk dibuat jerat. Segera dijeratnya kaki Sri Rama dan dibantingnya Sri Rama ke telaga yang keruh, demikian juga Sita Dewi.
Seketika itu juga Sri Rama dan Sita Dewi berubah ujud kembali menjadi manusia. Sri Rama berterimakasih kepada Laksmana yang telah menolongnya membebaskan diri dari wujud binatang.
Laksmana berkata kepada Sri Rama, akibat perbuatannya berhubungankelamin dengan Sita Dewi sewaktu menjadi kera, akan membuahkan anak dengan wujud bukan manusia melainkan berwujud kera. Mendengar kata Laksmana, Sri Rama dan Sita Dewi menjadi sedih, kemudian mereka kembali ke perkemahannya.
Sesampainya di tempat perkemahan, Sri Rama menyuruh inang pengasuhnya supaya memijit Sita Dewi. Setelah dipijit, keluarlah sebuah manikam dari lejer Sita Dewi. Manik itu lalu diambil Sri Rama dan dibungkus dengan daun kamumu.
Sri Rama lalu memanggil Sang Hyang Bayu, bungkusan itu yang berisi manikam itu lalu diberikan kepada Sang Hyang Bayu, sebelumnya bungkusan itu dioberi tanda anting-anting, bahwa barang siapa yang memakai tanda anting-anting milik Sri Rama itu, adalah anak Sri Rama sendiri.
Sang Hyang Bayu lalu minta diri sambil membawa bungkusan itu untuk mencari siapa orangnya yang pantas menjadi ibu manikam tersebut.
Diceritakan juga, konon, Sang Hyang Bayu itu, mempunyai lima orang anak angkat; yang berwujud kera bernama Hanuman, yang berwujud manusia bernama Bima, yang berwujud gajah bernama Satubanda, yang berwujud gunung bernama gunung Parasu dan yang kelima bernama Bayutanaya.
http://www.facebook.com/notes/wayang-nusantara-indonesian-shadow-puppets/pupuh-ii-asmarandana-39-bait-serat-bathara-rama-cirebon/10151564661846110

Jumat, 17 April 2015


Daftar Obyek Wisata Di Semarang

Berikut ini daftar tujuan / obyek wisata serta rekreasi keluarga di Semarang, baik yang di Kota Semarang maupun di Kabupaten Semarang, dari wisata pantai, wisata alam maupun juga wisata religi:

Wisata Pantai

yang pengin muter muter dengan perahuPantai Marina
Obyek Wisata Pantai Marina merupakan taman rekreasi yang murah meriah bagi warga Semarang. Kita bisa menghirup segarnya udara pantai dan memandang laut lepas. Setiap Minggu pagi Pantai Marina didatangi banyak pengunjung, rata rata datang bersama keluarga. Lokasi Pantai Marina Semarang ini di sebelah timur PRPP atau perumahan Royal Family, jika melihat patung elang cukup besar di bundaran, dibelakangnya merupakan pintu masuknya.
pantai maron semarangPantai Maron
Obyek Wisata Pantai Maron Semarang letaknya hanya beberapa ratus meter dari ujung runway bandara Ahmad Yani Semarang tetapi jalan menuju ke sana masih berupa tanah tidak rata, cukup menyulitkan mobil pribadi yg mau mengunjungi Pantai Maron apalagi turun hujan, (sangat tidak direkomendasikan menggunakan mobil sedan). Di sebelah baratnya terdapat pantai Tirang, kondisi air lautnya lebih jernih daipada Pantai Marina…
pantai tirangPantai Tirang
Obyek Wisata Pantai Maron dan Pantai Tirang Semarang terletak di ujung landasan pacu bandara A Yani Semarang, kurang lebih 5 KM jarak udara dari Pantai Marina. Sebenarnya air lautnya di sini jauh lebih bersih dan biru dari Pantai Marina, namun karena kurang tergarap dengan baik, Pantai Tirang di sebelah barat kanal dan Pantai Maron di sebelah timur kanal agak kumuh. Apalagi pantai Tirang yang tidak bisa dijangkau mobil.
danau buatan gazeboKampoeng Wisata Taman Lele
Obyek Wisata Kampoeng Wisata Taman Lele terdapat danau buatan yang dikelilingi gazebo, sepeda air, kolam renang untuk anak, permainan anak, dan beberapa satwa peliharaaan , seperti merak, ular phyton, buaya dan berbagai jenis burung. Tempat ini cocok untuk persinggahan bagi mereka yang berkunjung ke Semarang melalui jalan darat atau jalur pantura ( Jakarta – Semarang ), karena lokasinya yang memang persis berada di jalur tersebut.

Wisata Religi & Bangunan Kuno

pagoda buddhagayaPagoda Buddhagaya Watugong
Pagoda Avalokitesvara di Vihara Buddhagaya Watugong, Semarang, ditetapkan Museum Rekor Indonesia sebagai pagoda tertinggi di Indonesia. Pagoda yang memiliki tinggi 45 meter itu dibangun tujuh tingkat. Menurut sejarah vihara ini merupakan Vihara pertama di Indonesia setelah keruntuhan kerajaan Majapahit. Pada tahun 1955 YM Bhante Narada dan Bhante Ashin meresmikan vihara tersebut. Saat kedatangan YM Narada di Indonesia…
masjid diantara pilarMasjid Masjid Agung Jawa Tengah
Masjid Agung Jawa Tengah beserta fasilitas pendukungnya terletak di jalan Gajah Raya, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari menempati tanah bandha Masjid Agung Semarang seluas 10 ha dan mampu menampung jamaah lebih kurang 13.000 orang. Disamping bangunan Masjid disini juga dilngkapi fasilitas-fasilitas yang lain seperti : ruang kantor, ruang kursus dan pelatihan, ruang perpustakaan, ruang akad nikah dan auditorium…
lawang sewu semarangLawang Sewu
Lokasi Obyek Wisata : Jl. Pemuda Semarang
Pemilik : Departemen Perhubungan : Perusahaan umum Kereta Api
Bangunan ini dijuluki Lawang Sewu ( pintu seribu ) karena memiliki banyak pintu disamping busur – busur yang mengesankan rongga, yang memenuhi facade bangunan ini. Komplek lawang Sewu terdiri tas dua massa bangunan utama. yang disebelah barat berbentuk “L” dengan bentuk yang sangat …
menara masjidMasjid Besar Kauman
Masjid ini terletak di Jl alun alun barat no 11 Semarang di satu sisi, sedangkan sisi samping adalah jalan Kauman. Masjid Kauman merupakan rangkaian perkembangan dari sejarah pembangunan masjid di Semarang. Masjid pertama di Semarang dulu terletak di daerah mugas yang didirikan oleh Kyai Ageng Pandan Arang. Ketika beliau hijrah ke kota Semarang bagian bawahan dan mendirikan kabupaten bubakan dan mendirikan masjid…
masjid raya baiturrahmanMasjid Raya Baiturrahman
Alamat : Jl. Pandanaran No.126 Semarang
Nomor Telepon : 024 831 0155
Pembangunan Masjid Raya Baiturahman dimulai pada 10 Agustus 1968 dengan ditandai pemasangan tiang pancang untuk pondasi masjid sebanyak 137 buah. Masjid diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 15 Desember 1974. Keberadaan masjid ini hingga sekarang menjadi kebanggaan warga…
pengunjung sampokong imlekKlenteng Sam Poo Kong
[Obyek Wisata] Komplek Klenteng Sam po Kong Gedung batu terdiri atas sejumlah anjungan. Bangunan pemujaan utama ialah Klenteng Besar dan gua Sam Po Kong, Klenteng Tho Tee Kong : tempat – tempat pemujaan Kyai Juru Mudi, Kayai Jangkar, Kyai Cundrik Bumi dan mbah Kyai Tumpeng. Klenteng Besar dan gua merupakan bangunan yang paling penting di antara semuanya , dan merupakan pusat seluruh kegiatan pemujaan di komplek tersebut.
kelenteng tay kak sieKelenteng Tay Kak Sie
Kelenteng Tay Kak Sie merupakan sebuah kelenteng tua yang didirikan pada tahun 1746. Kelenteng ini berada di Jalan Gang Lombok No 62 Pecinan Semarang. Klenteng ini menjadi salah satu obyek wisata religi di Kota Semarang. Kelenteng Tay Kak Sie pada mulanya hanya untuk memuja Dewi Kwan Sie Im Po Sat, Yang Mulia Dewi Welas Asih, meski kemudian berkembang menjadi Kelenteng yang juga memuja Dewa Dewi Tao lainnya.
gereja blenduk semarangGereja Blenduk
Gereja yang dibangun pada 1753 ini merupakan salah satu landmark di kota lama. Berbeda dari bangunan lain di Kota Lama yang pada umumnya memagari jalan dan tidak menonjolkan bentuk, gedung yang bergaya Neo-Klasik ini justru tampil kontras. Bentuknya lebih menonjol . Lokasi bangunan ini frontal terhadap Jl. Suari yang dahulu bernama Kerk straat (Jalan Gereja). Bangunan gereja yang sekarang merupakan bangunan setangkup dengan facade tunggal…

Wisata Candi

eksotisme relief candi gedong songoCandi Gedong Songo
Obyek Wisata Candi Gedong Songo berada di lereng Gunung Ungaran, tepatnya di Candi Gedongsongo, Dusun Darum, Desa Candi, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang dan kompleks candi ini dibangun pada abad ke-9 Masehi. Istilah kata Gedong Songo sendiri berasal dari bahasa Jawa, “Gedong” berarti rumah atau bangunan, “Songo” berarti sembilan. Jadi Arti kata dari Gedongsongo adalah sembilan bangunan.
candi tugu semarangCandi Tugu
Obyek Wisata Candi Tugu ini berada pada Jalan Mangkang KM 11, sekitar 2 km dari IAIN Walisongo, arah Semarang Jakarta berada di sisi kanan jalan, atau beberapa ratus meter saja dari RSUD Tugurejo. Di tempat ini konon adalah candi perbatasan antara kerajaan Majapahit dan Pajajaran. Lama tak terurusi, pada era penjajahan belanda, tahun 1938 (atas masukan Sejarawan J Knebel) diadakan pemugaran terhadap situs ini…

Wisata Alam

Pemandangan air terjun kalipancurAir Terjun Kali Pancur
Obyek Wisata Kawasan wisata alam Air Terjun Kali Pancur ini berada di Desa Nogosaren, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, sekitar 14 km sebelah barat Kota Salatiga. Untuk menuju ke lokasi obyek wisata ini tidak ada sarana transportasi umum, jadi harus membawa kendaraan sendiri. Jika terpaksa harus naek kendaraan umum bisa dapat mengambil jurusan Kopeng Salatiga dan jika telah sampai di Desa Wates Kec. Getasan…
kawasan wana wisata penggaronKawasan Wana Wisata Penggaron
Obyek Wisata Kawasan Wisata Penggaron Terletak di wilayah administratif Desa Susukan, Kecamatan Ungaran, Kabupaten semarang, sekitar 2 km arah Kota Ungaran atau sekitar 18 km arah Selatan Kota Semarang. Wana Wisata ini adalah salah satu hutan binaan Kesatuan Bisnis Mandiri Wisata, Benih dan Usaha Lain (KBM WBU I) Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. Masyarakat sekitar Semarang biasa memanfaatkan Wana Wisata Penggaron…
umbul sidomuktiKawasan Wisata Umbul Sidomukti
Kawasan wisata umbul Sidomukti merupakan salah satu Wisata Alam Pegunungan di Semarang, berada di Desa Sidomukti Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang. Kawasan wisata ini dengan didukung fasiltas & Servis: Out bound Training, Adrenalin Games, Taman Renang Alam, Camping Ground, Pondok Wisata, Pondok Lesehan, Meeting Room. Ada empat buah kolam yang bertingkat dan dapat dipilih sesuai kedalaman yang diinginkan.
taman wisata rawa peningRawa Pening
Obyek Wisata Rawa Pening adalah danau sekaligus tempat wisata air dengan luas 2.670 hektare yang menempati wilayah Kecamatan Ambarawa, Bawen, Tuntang, dan Banyubiru Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Rawa Pening ini berada di cekungan terendah lereng Gunung Telomoyo, Gunung Merbabu, dan Gunung Ungaran. Daya tarik yang ada di Rawa Pening: Wisata Tirta: dengan perahu tradisional, Penghasil enceng gondok…
Air terjun curug benowoCurug Benowo
Obyek Wisata Curug Benowo terletak di Desa Kalisidi Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang. Curug dalam Bahasa Jawa berarti Air Terjun. Eksotisme Curug Benowo ini mungkin sulit unutk dicapai orang kebanyakan, karena tempatnya benar benar alami, jalannya setapak, naik turun, mungkin hanya direkomendasikan pada para pecinta alam atau mereka yang suka tantangan, tidak untuk kebanyakan orang apalagi rekreasi keluarga.
burung pelikanTaman Margasatwa Bonbin Semarang
Obyek Wisata Kebun Binatang Semarang atau lebih dikenal dengan nama Bonbin Semarang pertama berada di tempat yang sekarang menjadi kawasan Taman Budaya Raden Saleh dan Wonderia. Lalu pada tahun 1985 Bonbin Semarang direlokasi ke daerah Tinjomoyo. Dan pada tanggal 28 Februari 2007 Bonbin Semarang pindah lagi menempati areal baru di daerah Mangkang, tepatnya di Jl. Walisongo KM 16, seberang Terminal Mangkang.

Wisata Museum

Museum Perkembangan Islam Jawa TengahMuseum Perkembangan Islam Jawa Tengah
Museum Perkembangan Islam Jawa Tengah mencatat sejarah perkembangan agama Islam di Jawa Tengah. Museum ini berada di lantai 2 dan 3 dari Tower Asmaul Husna di kompleks Masjid Agung Jawa Tengah yang berada di Jalan Gajah Semarang. Artefak artefak seperti Iluminasi Al Qur’An, Wayang golek Menak, Wayang Sadat, Gayor Masjid Sunan Muria, Gamelan, Ornamen Dua Sisi, Ornamen Masjid Mantingan, Keramik, Koleksi peninggalan Islam Awal…
Museum Jamu Nyonya MeneerMuseum Jamu Nyonya Meneer
Museum Jamu Nyonya Meneer merupakan satu museum jamu yang pertama di Indonesia. Museum jamu ini didirikan pada 18 Januari 1984. Tujuan dari didirikannya museum jamu ini yaitu sebagai cagar budaya untuk melestarikan warisan budaya leluhur sehingga dapat menjadi media edukasi serta rekreasi untuk generasi muda. Museum Jamu Nyonya Meneer ini terbagi menjadi dua bagian, pertama bagian yang menyajikan produktivitas jamu, menyangkut…
muri museum rekor indonesiaMURI Museum Rekor Dunia Indonesia
Museum Rekor Dunia Indonesia didirikan atas prakarsa Jaya Suprana di kawasan industri Jamu JAGO Jalan Perintis Kemerdekaan Semarang pada 27 Januari 1990 dan diresmikan oleh Menko Polkam Soedomo dan Menko Kesra Soepardjo Roestam disaksikan oleh Ketua PMI Pusat Ibnu Soetowo dan Gubernur Jawa Tengah, HM Ismail. Museum Rekor Dunia Indonesia kemudian lebih popular dengan sebutan MURI yang diberikan oleh Soepardjo Roestam pada upacara…
Museum RonggowarsitoMuseum Ronggowarsito
Obyek Wisata Museum yang terletak di jalan AbdurrahmanSaleh ini merupakan museum terlengkap di Semarang yang memiliki koleksi sejarah, alam, arkeologi, kebudayaan, era pembangunan dan wawasan nusantara. Dengan nama yang diambil dari nama salah satu pujangga Indonesia, yang terkenal dengan hasil karyanya dalam bidang filsafat dan kebudayaan, museum ini menempati luas tanah 1,8 hektare, museum ini dibuka setiap hari pukul 08.00…
museum perjuangan mandala bhakti semarangMuseum Mandala Bhakti
[Obyek Wisata] Bangunan ini pertama kali dirancang sebagai Raad van Justitie atau Pengadilan Tinggi bagi golongan rakyat Eropa di Semarang. Maka tidaklah heran apabila massanya sedemikian formal dan kaku. Perancangnya adalah arsitek I. Kuhr E. dari Firma Ooiman dan van Leeuwen. Bangunan ini terletak frontal dari arah jl. Pemuda tepat di depannya adalah lapangan Tugumuda (d.h Wilhelmina plein).